You are here
Home > Berita

3 Lurah di Kecamatan Duren Sawit Terancam Distafkan

3 Lurah di Kecamatan Duren Sawit Terancam Distafkan

Hasil laporan aplikasi Qlue yang minim menyebabkan 3 lurah di Kecamatan Duren Sawit terancam distafkan. 3 lurah tersebut merupakan bagian dari 10 lurah dari total 65 kelurahan di Jakarta Timur yang mendapat predikat buruk di aplikasi Qlue.

Ke-10 kelurahan tersebut meliputi Pondok Kelapa, Rambutan, Cipinang Besar Utara, Malaka Jaya, Cipinang Cempedak, Pulogadung, Balimester, Klender, Rawa Bunga dan Cawang.

Rata-rata laporan Qlue yang belum direspons 10 kelurahan ini di antaranya lampu penerangan jalan umum (PJU) mati, jalan rusak, pedagang kaki lima (PKL), angkutan ngetem, genangan, sampah dan pohon yang tidak ditoping.

Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Timur, Jayadi mengatakan, lurah, camat dan unit terkait harus segera merespons laporan Qlue tersebut. Pihaknya akan terus melakukan evaluasi setiap bulan agar laporan Qlue lebih optimal direspons.

“Ke depan, 10 kelurahan terendah merespon qlue harus bisa lebih baik lagi. Lurah dan jajaranya harus bekerja lebih cepat lagi, jika tidak maka pekerjaan akan cepat menumpuk dan tertinggal,” katanya, Kamis (14/7).

Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana mengancam akan menstafkan lurah yang tidak maksimal dalam merespons laporan dari aplikasi Qlue. Sebab penilaian kinerja lurah, camat dilihat dari respons aplikasi qlue 20 persen, penilaian dari wali kota 60 persen, penilaian diklat 10 persen dan lainnya.

“Jadi laporan Qlue itu tidak boleh dianggap sepele. Kita akan evaluasi 10 kelurahan itu. Kalau tidak maksimal lurahnya bisa distafkan. Kemarin kan sudah empat lurah distafkan,” tandasnya.

Sumber: BeritaJakarta.com

Bingung mau kirim sama apa? Klik disini untuk mendapatkan ide...
Silahkan share/bagi URL singkat halaman ini: http://drsw.it/CKkUz via sms/twitter/facebook.
Redaksi Duren Sawit
Tim Redaksi DurenSawit.com
http://www.durensawit.com/

Tinggalkan Balasan

Top