You are here
Home > Berita

Begal Belia Kanal Banjir Timur Akhirnya Dipenjara

Begal Belia Kanal Banjir Timur Akhirnya Dipenjara

Komplotan begal yang kerap beraksi di kawasan Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Timur, kini tak bisa berkutik lagi. Mereka kini dipenjara. Yang bikin miris, salah satu pelakunya masih berstatus siswa SMP.

Menurut Kapolsek Jatinegara Kompol Dasril, penangkapan ini berawal dari pembegalan, Sabtu (31/1) sekitar pukul 02.00. Saat itu Alvis Shari Andriansyah, 22, bersama Irwan, 30, bermaksud menonton balap liar di Jalan Basuki Rahmat. Tiba-tiba datang tiga motor yang dikendarai enam orang.

Awalnya, para pelaku meminta uang, tetapi ujung-ujungnya memaksa korban menyerahkan kunci motor. Kedua korban tidak berkutik setelah para pelaku mengalungkan celurit ke leher mereka. Alvis pun menyerahkan kunci motor Satria FU nopol L 6602 YD. Setelah kejadian, Irwan dan Alvis melapor ke Mapolsek Jatinegara. Polisi lalu melakukan penyelidikan mendalam.

”Kami menangkap empat pelaku di Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur,” ujar Dasril saat gelar perkara di Mapolsek Jatinegara, Rabu (11/2).

Menurut dia, empat pelaku masih berusia muda. Yakni, FM alias Fahmi, 18; dan S alias Sally, 17 (pengangguran); serta IR alias Irman, 17; dan MR alias Ahmad, 17 (pelajar SMK di Ciracas). Selang seminggu, orang tua menyerahkan anaknya, ASH, 15, pelajar SMP di daerah Cibubur. Sekarang, lanjut Dasril, satu orang masih buron.

”Dari pemeriksaan, pelaku yang masih SMP ini ikut dalam aksi begal,” tambah polisi dengan satu melati di pundak itu.

Dasril menambahkan, pelaku yang masih diburu berinisal H. Dia kabur dengan membawa barang bukti motor milik Alvis. Pelaku juga diketahui tidak pulang ke rumah setelah aksi pembegalan tersebut.

Berdasar keterangan para pelaku, jelas Dasril, mereka baru sekali beraksi. Keenamnya bertemu di warnet di daerah Ciracas. H diduga menjadi koordinator aksi di Kanal Banjir Timur.

Di antara lima pelaku, polisi mengamankan 2 motor bebek, 1 motor matik, 2 celurit, dan 1 handphone yang digunakan para pelaku. Dasril menjelaskan, karena ketiga pelaku masih di bawah umur, pihaknya mempercepat penyidikan. Setelah 15 hari, berkasnya langsung diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur untuk langkah hukum selanjutnya.

”Dipercepat agar para pelaku segera memperoleh perlakuan khusus,” ucapnya. (all/co1/mby)

Sumber: IndoPos.co.id

Bingung mau kirim sama apa? Klik disini untuk mendapatkan ide...
Silahkan share/bagi URL singkat halaman ini: http://drsw.it/mmETR via sms/twitter/facebook.
Redaksi Duren Sawit
Tim Redaksi DurenSawit.com
http://www.durensawit.com/

Tinggalkan Balasan

Top