You are here

Kalimalang, Riwayatmu yang Makin Merana

Air di Kalimalang yang sudah semakin menghijau dan pekat

Siapa yang tidak tahu Kalimalang? Penduduk Jakarta, khususnya Jakarta Timur, pasti tahu dimana Kalimalang. Tapi kalau ditanya dimana “Saluran Tarum Barat”? Kebanyakan banyak yang baru dengar nama tersebut. Apalagi tahu letaknya dimana. Padahal Saluran Tarum Barat itu adalah nama asli dari Kali Malang.

Jalan Inspeksi Saluran/Kalimalang yang semakin hari semakin macet
Jalan Inspeksi Saluran/Kalimalang yang semakin hari semakin macet

Jika dilihat di peta, kalimalang ini berada di sisi selatan dari Kecamatan Duren Sawit. Aliran air ini memotong Kelurahan Pondok Kelapa menjadi 2. Kalau tidak salah ada 1 RW dari Kelurahan Pondok Kelapa yang berada disisi selatan kalimalang.

Mengapa disebut kalimalang? Ini disebabkan karena arah dari saluran air tersebut. Berbeda dengan sungai-sungai yang ada di pulau Jawa, yang kebanyakan mengalir dari Utara ke Selatan atau sebaliknya (sesuai dengan adanya laut jawa di sisi utara dan samudera indonesia di sisi selatan), Tarum Barat ini mengalir dari barat ke timur. Jadi arahnya miring atau malang (bahasa jakarta), sehingga disebut dengan kali malang.

Sejarah

Kalimalang/Saluran Tarum Barat ini dibangun pada tahun 1968. Saluran ini dibuat untuk menyalurkan air dari bendungan Jatiluhur untuk mensuplai pasokan air PAM/PDAM untuk diolah menjadi air bersih yang kemudian disalurkan ke rumah-rumah. Jika ditelusuri dari Jakarta, kalimalang dimulai dari Cawang Baru kemudian ke arah timur melalui Cipinang Melayu, Pondok Bambu, Pondok Kelapa, Lampiri, Sumber Arta, Transito, Perumahan Jakapermai, Perumahan Galaxi, Perumahan Bumi Satria Kencana, Mall Metropolitan Bekasi dan terus sampai wilayah bekasi. Kemudian, kalimalang ditujukan untuk mengairi areal pertanian, mulai dari Bekasi, Tambun, Cibitung, Cikarang, Cikampek dan akhirnya mengalir ke laut.

Perkembangan Kalimalang

Dari letak geografisnya, Kalimalang memiliki beban yang sangat berat, karena pembangunan di kedua sisinya sangat pesat. Pertambahan penduduknya sangat cepat. Terutama setelah pembangunan jalan Inspeksi Saluran (sering disebut dengan Jalan Kalimalang) pada awal 1990an. Sebelum adanya jalan beraspal ini, suasana kalimalang sangat sepi dan menyeramkam di malam hari. Masih sedikit orang yang melewati jalan tanah yang ada. Di malam hari, banyak perampok beraksi di jalan ini. Akan tetapi sisi positifnya, aliran airnya masih jernih sehingga bahan baku untuk PAM/PDAM sangat baik mutunya.

Kalimalang Kini….

Setelah dibangun jalan beraspal hingga ke perbatasan Jakarta dan Kota Bekasi, pembangunan perumahan sangat pesat. Pemda DKI membangun jalan beraspal di sisi utara kali malang hingga perbatasan Jakarta dan Bekasi. Pemda Jawa Barat kemudian menyambungnya hingga ke dekat Metropolitan Mall saat ini, dan ini membuat makin banyak perumahan/mal yang dibangun di sekitar Kalimalang. Kedua sisi Kalimalang mengalami pertumbuhan pesat. Belum lagi dengan adanya Tol ke Cikampek/Bandung yang memancing developer perumahan untuk membangun cluster/perumahan di daerah ini.

Makin hari pun Jalan Inspeksi Saluran ini makin macet. Terutama pagi hari (karena banyak yang berangkat kerja ke arah Jakarta) dan sore hari (karena arus pekerja yang pulang). Penduduk pun makin banyak. Akibatnya, aliran air kalimalang sudah semakin keruh. Airnya makin tercemar karena banyak limbah rumah tangga yang dibuang ke situ. Belum lagi ditambah dengan pemeliharaan kalimalang secara fisik sangat kurang.

Ini berakibat, mutu air PDAM dan Aetra semakin menurun, padahal harganya makin mahal (karena dibutuhkan biaya lebih banyak untuk menjadikan air dari kalimalang pantas untuk digunakan). Keluhan dari kedua pengelola air minum Jakarta dan Bekasi ini pun sudah sering dilontarkan melalui berbagai media massa.

Apa yang harus dilakukan?

Awal pembuatan Saluran Tarum Barat sudah berhasil. Terbukti dengan peranannya dalam menyediakan bahan baku air untuk penduduk Jakarta dan Bekasi. Akan tetapi, faktor perkembangan penduduk yang sangat pesat, kurangnya kesadaran penduduk dan perhatian Pemda DKI dan Bekasi yang sangat kurang menjadikan kondisi kalimalang menjadi sangat merana. Agar peranan Kalimalang lebih baik lagi, Pemda (atau bahkan pemerintah pusat) seharusnya lebih memperhatikannya sehingga fungsi Kalmalang sebagai pasokan air bisa menjadi lebih baik lagi.

Potensi Pariwisata

Sebenarnya kalimalang memiliki potensi pariwisata yang cukup besar. Misalnya sebagai jalur lalulintas alternatif menggunakan perahu, tempat memancing yang sejuk. Pemerintah juga bisa mengatur penanaman pepohonan yang lebih indah sehingga kawasan tersebut lebih nyaman lagi. Akan tetapi untuk mendapatkan potensi ini dibutuhkan lagi campur tangan pemerintah DKI Jakarta dan Jawa Barat serta peran masyarakat yang sadar akan peranan kali malang.

Berikut ini disajikan beberapa foto Kalimalang yang diambil dari berbagai sumber di internet.

Air di Kalimalang yang sudah semakin menghijau dan pekat
Air di Kalimalang yang sudah semakin menghijau dan pekat
Walaupun pekat dan berbau, banyak anak-anak yang bermain dan berenang di kalimalang ini
Walaupun pekat dan berbau, banyak anak-anak yang bermain dan berenang di kalimalang ini
Pintu Air Kalimalang yang dipenuhi sampah
Pintu Air Kalimalang yang dipenuhi sampah
Pemancing ikaln di Kali malang
Pemancing ikan di Kali malang
Limbah Rumah tangga yang dialirkan ke Akli Malang menambah derita air kalimalang
Limbah Rumah tangga yang dialirkan ke Kali Malang menambah derita air kalimalang
Lomba Gebung Bantal yang diadakan di Festival Kalimalang memanfaatkan saluran air ini sebagai tempat bertanding
Lomba Gebug Bantal yang diadakan di Festival Kalimalang memanfaatkan saluran air ini sebagai tempat bertanding
Pengerukan Kalimalang dari lumpur-lumpur yang membuat kalimalang semakin dangkal dan tercemar
Pengerukan Kalimalang dari lumpur-lumpur yang membuat kalimalang semakin dangkal dan tercemar
Tiang-tiang penyangga tol (yang batal dibangun) merusak pemandangan di Kalimalang
Tiang-tiang penyangga tol (yang batal dibangun) merusak pemandangan di Kalimalang

Bingung mau kirim sama apa? Klik disini untuk mendapatkan ide...
Silahkan share/bagi URL singkat halaman ini: http://drsw.it/pcYMI via sms/twitter/facebook.
Muhamad Syukri
Muhamad Syukri adalah founder/pendiri dari situs web portal DurenSawit.com. Saat ini tinggal di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Misi: menjadikan website DurenSawit.com media komunitas online terbaik di Jakarta. Selain sebagai blogger, Muhamad Syukri juga aktif sebagai PNS di salah satu instansi pemerintah pusat di Jakarta. Untuk menghubungi, bisa mengirim email ke syukri [a] ymail.com atau twit ke @syukri
http://www.durensawit.com/

2 thoughts on “Kalimalang, Riwayatmu yang Makin Merana

Tinggalkan Balasan

Top