You are here
Home > Berita

Penjualan Mobil Bekas di Duren Sawit Lesu Jelang Lebaran

Penjualan Mobil Bekas di Duren Sawit Lesu Jelang Lebaran

Para penjual mobil bekas di sekitar daerah Duren Sawit, Klender dan Pondok Bambu menyatakan omset penjualan mobil jelang hari raya Idul Fitri menurun drastis.

“Sebulan biasanya bisa ngejual 10, sekarang aja baru 4,” tutur Kasman pegawai PT Mobilindo, di jalan Raden Inten 2 no 58, Duren Sawit Jakarta Timur, pada Minggu (19/6).

Penurunan tersebut dinilainya sebagai siklus yang kerap terjadi di setiap tahunnya. “Gak selalu turun begini kok, nanti mungkin abis Lebaran naik lagi,” ungkapnya.

Hal tersebut menurut Kasman disebabkan oleh penilaian masyarakat yang belum melihat mobil sebagai kebutuhan utama. Masyarakat sedang difokuskan dengan pembiayaan untuk mudik dan merayakan Lebaran dengan kebutuhan yang lain.

Ditemui di tempat berbeda, Alif karyawan 99 automobile di yang terletak di kawasan Pondok Bambu mengaku saat ini semua penjual mobil bekas di daerahnya mengalami penurunan.

“Iya sama, sedang turun juga, semuanya itu,” kata Alif di jalan Pahlawan Revolusi no 6, Jakarta Timur.

Ia menambahkan penurunanan disebabkan karena masyarakat lebih memilih untuk membeli Low Cost Green Car (LCGC).

“Banyak kan mobil murah itu (LCGC), padahal menurut saya kalau dijual lagi, itu mobil harganya jatuh banget nanti,” ucapnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Daud pemilik show room mobil bekas Auto Prince. “Sebenarnya banyak yang berminat mau beli, tapi daya beli masyarakatnya lagi rendah,” kata Daud di jalan I Gusti Ngurah Rai no 7, Klender, Jakarta Timur.

Menurunnya daya beli, sambung Daud, dipengaruhi oleh minat para pelanggannya yang mayoritas adalah pengusaha sedang beralih ke investasi properti.

“Sekarang properti juga bisa turun kok, perekonomian sedang turun juga, kalau kita beli (properti) misalnya 50 juta, terus jualnya 70 juta memangnya ada yang beli? Gak ada, karena perekonomian sedang lesu semua,” ujarnya.
Paradigma yang salah

Daud yang saat ini hanya dapat menjual 3 mobil pada bulan Ramadhan kali ini, juga berpendapat masyarakat saat ini masih menilai bahwa membeli mobil bekas merupakan sebuah kerugian.

“Paradigmanya masyarakat kita kan beli barang bekas itu sama kaya minum air bekas orang, jorok gitu maksudnya. Oke memang betul, tapi kalau kita tahu itu air aman, diminum sama orang yang tidak punya penyakit, minumnya pakai sedotan dan segala macam jadinya amankan? Bersih gitu lho,” ucap Daud.

Daud menambahkan membeli mobil bekas dapat menjadi satu keuntungan apabila kita mengerti bagaimana kondisi mobil tersebut dari penjual yang jujur dan mampu menjaga hubungan baik dengan konsumen.

“Kalau saya sih yang penting itu merawat konsumen. Karena mereka bisa berubah jadi pelanggan yang sewaktu-waktu akan datang lagi buat tukar tambah. Jadi pelayanan itu nomor satu,” katanya.

Sumber: WartaKota

Bingung mau kirim sama apa? Klik disini untuk mendapatkan ide...
Silahkan share/bagi URL singkat halaman ini: http://drsw.it/1M14A via sms/twitter/facebook.
Redaksi Duren Sawit
Tim Redaksi DurenSawit.com
http://www.durensawit.com/

Tinggalkan Balasan

Top