You are here
Home > Berita

Saluran di Pondok Bambu Belasan Tahun Mangkrak

Saluran di Pondok Bambu Belasan Tahun Mangkrak (Sumber: PoskotaNews.com)

DUREN SAWIT (Pos Kota) – Saluran Tegal Amba di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, hingga kini belum juga ada solusi. Padahal, sudah belasan tahun saluran ini mangkrak.

“Sampai sekarang nggak ada kejelasannya. Kami sangat menunggu kepastian karena saat ini jadi sumber penyakit,” kata H Sujarwo, ketua RW 01, Pondok Bambu, Duren Sawit, Kamis (15/5).

Saluran di Pondok Bambu Belasan Tahun Mangkrak (Sumber: PoskotaNews.com)
Saluran di Pondok Bambu Belasan Tahun Mangkrak (Sumber: PoskotaNews.com)

Disebutkan, saluran dengan lebar 10 meter panjang sekitar 1 kilometer itu mampet karena jadi saluran mati. Arah yang ke klender maupun ke BKT sampai kini belum juga diurus pembebasannya.

Saluran Tegal Amba saat ini hanya nampak turap memanjang yang menghubungkan Jl Majid Abidin dan Jl Duren Sawit Raya. Konon, kedalaman saluran ini mencapai 3 meter, namun kini hanya sejengkal tertutup sampah dan tanah.

“Belum lama ini dikeruk. Tapi ya cuma begitu. Sudah ke mana-mana kita lapor. Tapi ya nggak ada solusinya,” katanya.

Terima Keluhan

Hal senada disampaikan Budhi Novian, Lurah Pondok Bambu. Ia menyebut sudah banyak menerima keluhan masyarakat di sekitar saluran. Warga berharap agar segera ada solusi, sehingga tidak menjadikan kawasan yang kumuh.

Pos Kota mengamati saluran tersebut kini sudah dipenuhi tanah dan sampah. Air yang menggenang juga hitam yang tak ubahnya sebagai proyek gagal. Bahkan, warga pun tidak tahu ke mana sebenarnya kalau jadi itu air akan mengalir.
Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin PU Tata Air Jakarta Timur, Yazied Bustomi, mengatakan akan melihat di bagian perencanaan terkait saluran air tersebut. “Saya akan tanya dulu, karena belum lama tugas di sini (PU Air-red),” katanya. (chotim/st)

Sumber: PoskotaNews.com

Bingung mau kirim sama apa? Klik disini untuk mendapatkan ide...
Silahkan share/bagi URL singkat halaman ini: http://drsw.it/8VDMk via sms/twitter/facebook.
Redaksi Duren Sawit
Tim Redaksi DurenSawit.com
http://www.durensawit.com/

Tinggalkan Balasan

Top