Jurus Menghemat BBM (Ingat Harga BBM Akan Naik!)

Pemerintah kemungkinan akan menaikkan harga BBM di waktu dekat. Kenaikan harga BBM tentu saja akan menaikkan anggaran keuangan kita untuk memenuhi kebutuhan, terutama untuk kebutuhan membeli BBM. Oleh karena itu, sudah saatnya kita melakukan penghematan BBM. Jikalau BBM tidak jadi naik (karena harga minyak di pasar internasional saat ini sedang turun), maka penghematan yang kita lakukan selain menghemat uang, juga menghemat pemakaian BBM dunia.

Beberapa langkah penghematan yang bisa kita lakukan:

1. Rencanakan perjalanan Anda

Kemacetan akan membuat pemakaian BBM menjadi lebih boros. Kecamatan DurenSawit terletak di sisi timur Jakarta, dan dikelilingi oleh jalan-jalan cukup macet. Pastikan Anda mengetahui pola-pola kemacetan di jalan-jalan yang akan lalui. Sebagai contoh, setiap pagi antara jam 6 pagi sampai 10 pagi, kemacetan ada di jalan-jalan ke arah barat (jalan kolonel sugiyono ke arah jalan jendral sudirman, jalan i gusti ngurah rai ke arah kampung melayu, jalan kali malang ke arah cawang). Demikian juga pada waktu sore/malam (diantara jam 17 – 19.30), jalan-jalan tersebut biasanya macet. Oleh karena itu, pastikan Anda melalui jalan-jalan tersebut di luar jam-jam macet.

Selain itu, untuk mencapai tujuan Anda, pastikan Anda sudah mengetahui jalan-jalan yang akan dilalui. Dengan demikian, Anda tidak perlu mencari-carinya lagi. Pencarian alamat akan menghabiskan waktu dan konsumsi BBM kendaraan Anda.

2. Gunakan Kecepatan Konstan

Kecepatan konstan kendaraan akan menghemat pemakaian BBM karena pengemudi tidak terlalu sering menginjak rem dan menekan gas untuk meningkatkan akselerasi kendaraan setelah berhenti. Perlu diketahui, kecepatan kendaraan saat ini di jalan-jalan perkotaan DKI Jakarta, sekitar 30 – 60 km/jam saja. Oleh karena itu, dengan kecepatan tersebut kita tidak perlu banyak menginjak rem atau menekan gas lebih dalam karena ingin menaikkan kecepatan lagi.

3. Gunakan kecepatan RPM serendah mungkin

Menurut banyak literatur, putaran ideal mesin mobil adalah diantara 2.000 – 2.500/3.000 RPM. Pada kecepatan putaran ini, dengan kondisi jalan-jalan perkotaan dimana kendaraan tidak bisa melaju dengan cepat, putaran mesin tidak menghabiskan BBM lebih cepat.

Dengan memperhatikan suara mesin dan melihat dashboard kendaraan, maka kita bisa menjaga putaran mesin kendaraan di angka 2.000 – 3.000 RPM. Bila suara mesin sudah mendengung atau jarum menunjukkan angka diatas 3.000 RPM, segera naikkan gigi mesin mobil Anda.

4. Lakukan Perlambatan dengan Halus

Mengerem mendadak kendaraan akan jauh mengurangi kecepatan kendaraan, bahkan bisa sampai berhenti. Dengan demikian jika kendaraan dalam kecepatan tinggi kemudian kita melakukan pengereman mendadak, maka penggunaan BBM yang telah kita habiskan untuk kecepatan tinggi tersebut akan terbuang, karena kita harus menekan pedal gas lagi untuk kembali ke kecepatan tersebut, sehingga menambah konsumsi BBM.

Oleh karena itu, jika harus mengerem, lakukan perlambatan secara halus (tentu saja kecepatan kendaraan kita tidak boleh terlalu tinggi). Dengan demikian, tenaga yang telah dihasilkan oleh tidak langsung dihabiskan, akan tetapi berkurang perlahan-lahan. Dengan cara ini, konsumsi BBM yang telah diambil oleh mesin akan digunakan secara optimal. Bila kemudian kita harus menekan pedal gas lagi, maka penekanan gas tidak perlu terlalu dalam. Dengan cara ini, penambahan konsumsi BBM tidak terlalu banyak.

5. Gunakan AC secukupnya

Penggunaan Air Conditioner (AC) di mobil, sudah pasti menambah konsumsi BBM karena kerja mesin kendaraan menjadi lebih berat.

Jakarta memang panas, sehingga kebutuhan AC kendaraan menjadi hal penting. Akan tetapi, jika cuaca sedang tidak terlalu panas (terutama jika Anda berangkat ke kantor sebelum jam 6 pagi atau pulang di malam hari), maka pemakaian AC mungkin bisa dikurangi. Pada waktu berangkat di pagi hari, matikan AC dan bukalah kaca jendela mobil sedikit sehingga Anda tidak merasa panas. Demikian juga pada waktu malam hari sepulang kerja.

6. Matikan Mesin saat Berhenti Sesaat

Pada jalan dimana kendaraan harus berhenti lama, misalnya selama 5 menit atau lebih, mematikan mesin kendaraan bisa menjadi opsi untuk mengurangi pemakaian BBM. Demikian juga, jika misalnya kita menunggu anggota keluarga yang sedang membeli sesuatu di minimarket/warung yang butuh waktu 10-15 menit, mastikanlah mesin kendaraan Anda.

7. Hindari tangki BBM kosong

Dengan sifat BBM yang mudah menguap dan kondisi Jakarta yang panas, maka jika ada ruang kosong di tangki bensin, maka BBM bisa mudah menguap. Oleh karena itu, pastikan tangkin BBM Anda terisi lebih dari setengah. Dengan demikian, ruang penguapan menjadi lebih kecil sehingga pemakaian BBM menjadi lebih optimal.

Selain itu, pastikan Anda mengisi BBM di waktu cuaca tidak panas. Mengapa? Karena tangki-tangki BBM di SPBU juga bisa menguap di waktu cuaca panas. Dengan kondisi dingin di waktu pagi hari/malam hari, BBM akan menjadi lebih kental dan penguapan menjadi berkurang. Oleh karena itu, isilah BBM di SPBU di waktu-waktu siang/malam hari.

Pastikan juga Anda mengisi BBM di SPBU yang terjamin takarannya.

(Diolah dari berbagai sumber)

Bingung mau kirim sama apa? Klik disini untuk mendapatkan ide...

About The Author

Reply