You are here

Pondok Kopi, dari kebun kopi menjadi perumahan

Kantor Lurah Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur

Kemungkinan besar Anda tahu daerah Pondok Kopi? Ini adalah nama salah satu kelurahan, di Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur yang berbatasan langsung dengan Kota Bekasi, Jawa Barat. Tapi, tahukah Anda mengapa ada nama daerah Pondok Kopi? Kenapa tidak ada nama Pondok Teh atau Pondok Susu? 🙂

Asal Nama Pondok Kopi

Dari sejarahnya, nama ini tidak lepas dari sejarah penyebaran kopi dunia. Menurut sejarah, kopi sudah mulai dikenal dan digunakan manusia sejak 1000 SM. Penyebaran kopi sebagai minuman sudah dimulai diperkenalkan oleh bangsa Arab pada tahun 1400 M. Sedangkan bangsa Eropa, termasuk Belanda, sudah mulai berbisnis kopi pada tahun 1658 M.

Di Indonesia sendiri, kopi dibawa oleh Komandan Pasukan Belanda Adrian Van Ommen dari Malabar – India pada tahun 1696. Beliau mulai memimpin untuk membudidayakan tanaman ini di Batavia dengan menanamnya di sebuah daerah di Batavia, yang kemudian diberi nama Desa Kopi. Pada waktu itu, jenis yang ditanam adalah Arabika karena cocok dengan cuaca di situ. Sayangnya, tidak berapa lama kemudian, tanaman kopi ini hancur karena dihantam banjir hebat Batavia pada tahun 1697. Pada tahun 1699, bibit-bibit baru didatangkan kembali. Namun, kali ini area penanamannya diperluas hingga Jawa Barat. Dan akhirnya tanaman kopi menyebar ke berbagai wilayah Indonesia karena ternyata tanaman ini sangat cocok ditanam di Indonesia.

Perkembangan Kelurahan Pondok Kopi

Setelah Indonesia merdeka, di pemerintahan Jakarta, Desa Kopi ini merupakan bagian dari Desa Malaka yang tergabung di wilayah Jakarta Timur. Karena cukup membingungkan dimana ada Desa Kopi di Desa Malaka, maka nama Desa Kopi diubah menjadi Pondok Kopi. Daerah Pondok Kopi mulai dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta pada tahun 1975-an, yang ditandai dengan pembangunan Perumahan Pondok Kopi.

Peresmian nama Pondok Kopi dan pengukuhan Pengurus RT dan RW untuk pertama kalinya diadakan pada tanggal 17 Januari 1982. Peresmian dilakukan oleh Bapak Walikota Jakarta Timur Bapak Eddy Sabeni. Yang resmi dinamakan Pondok Kopi waktu itu baru meliputi RW 17 dan 18 Kelurahan Malaka, yang sekarang telah menjelma menjadi RW 008 dan 009 Kelurahan Pondok Kopi. Perubahan tersebut dikukuhkan melalui SK Gubernur DKI Jakarta no. 1251/1986 tanggal 29 Juli 1986. Dalam SK itu termaktub pemekaran Kelurahan Malaka menjadi tiga Kelurahan yaitu Kelurahan Malaka Sari, Kelurahan Malaka Jaya dan Kelurahan Pondok Kopi. Sedangkan Kelurahan Pondok Kopi sendiri telah meliputi 11 wilayah Rukun Warga (RW).

Saat ini, Pondok Kopi memiliki luas wilayah 2.06 km2 yang merupakan 9.10% dari wilayah Kecamatan Duren Sawit. Menurut publikasi yang dikeluarkan oleh BPS, terdapat 11.240 KK yang menempati 106 RT dan 11 RW. BPS mencatat, pada tahun 1990 hanya ada 25.752 orang yang tinggal di kelurahan ini. Pada tahun 2000 terdapat 36.524 orang dan tahun 2010 terjadi peningkatan hanya 0.15% yakni menjadi sebesar 37.076 orang.

Batas wilayah Kelurahan Pondok Kopi

  • Sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Penggilingan dan Kelurahan Pulo Gebang
  • Sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Malaka Jaya dan Kelurahan Pondok Kelapa
  • Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Bekasi Barat
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Pondok Kelapa

Seperti kelurahan-kelurahan lain, Pemerintahan Pondok Kopi dipimpin oleh seorang lurah. Lurah Pondok Kopi saat ini adalah Drs. Pangaran Ritonga dengan Wakil Lurah Husni Abdullah, SE. Kantor Kelurahan Pondok Kopi terletak di Jl. Arabika III Blok W7, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, kotamadya Jakarta Timur, propinsi DKI Jakarta (kode pos 13460) Telepon.8614772

Pondok Kopi Kini …

31 tahun yang lalu, Pondok Kopi belum ramai seperti sekarang. Beruntung warga yang masuk Pondok Kopi belakangan sudah dapat menikmati fasilitas-fsilitas pelengkap, seperti Masjid Al Muhajirin, SDIT Al Muhajirin, Sarana Olah Raga berupa lapangan basket, futsal, bulutangkis dan lain-lain. Demikian pula sarana komunikasi telepon dan sarana kesehatan berupa Rumah Sakit Islam. Tak ketinggalan, penyediaan sarana transportasi oleh Pemprov maupun Pemerintah Pusat dengan adanya KRL Commuter dan Busway serta dibangunnya Kanal Banjir Timur, menjadikan Pondok Kopi gampang dijangkau dari mana-mana dan bebas banjir. Semuanya mudah-mudahan menjadikan keberkahan bagi yang tinggal di Pondok Kopi. Insya Allah.

[Diambil dari berbagai sumber di internet]

Bingung mau kirim sama apa? Klik disini untuk mendapatkan ide...
Redaksi Duren Sawit
Tim Redaksi DurenSawit.com
http://www.durensawit.com/

Tinggalkan Balasan

Top