Sebanyak 350 PKL Liar di Pasar Klender Ditertibkan

Jakarta – Sebanyak sekitar 350 pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di sekitar Pasar Klender, Jakarta Timur, tepatnya di bawah flyover ditertibkan pada Sabtu (2/8). Ratusan pedagang itu ditertibkan oleh sekitar 275 personil Satpol PP Jakarta Timur yang dibantu TNI, Polri, Sudin Kebersihan, dan Sudin Perhubungan DKI Jakarta.

Kasatpol PP Jakarta Timur, Syahdonan menyatakan, penertiban ini dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Wagub DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang meminta lapak PKL dan gubug liar ditertibkan usai Lebaran.

Sekitar 350 pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di sekitar Pasar Klender tepatnya di bawah Flyover Klender, Jakarta Timur ditertibkan pada Sabtu (2/8). (Sumber: BeritaSatu.com)

Sekitar 350 pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di sekitar Pasar Klender tepatnya di bawah Flyover Klender, Jakarta Timur ditertibkan pada Sabtu (2/8). (Sumber: BeritaSatu.com)

Menurut Syahdonan, di Jakarta Timur sendiri terdapat sekitar delapan titik yang menjadi fokus pihaknya untuk ditertibkan, yakni Pasar Klender, kawasan Jatinegara, Jalan D.I Panjaitan, Pasar Gembrong, Kalimalang, Pasar Obor, dan di sekitar Khong Guan Pasar Rebo, dan di sekitar Terminal Pulogadung.

“Ada delapan titik yang menjadi prioritas kami, tapi tidak menutup kemungkinan ada wilayah lain tergantung situasi dan kondisi. Untuk hari ini kami fokus di sekitar Pasar Klender,” kata Syahdonan saat ditemui di sekitar lokasi penertiban, Sabtu (2/8) pagi.

Dalam penertiban yang dimulai sekitar pukul 06.30 WIB ini berbagai perlengkapan dan barang dagangan para pedagang diangkut 24 truk Satpol PP. Barang-barang tersebut diamankan di gudang milik Satpol PP yang ada di Cakung, Jakarta Timur. Syahdonan menyatakan, usai penertiban ini, pihaknya akan menempatkan petugas agar para pedagang tidak kembali berjualan.

“Ada sebanyak 30 anggota Satpol PP tingkat kecamatan yang akan menjaga kawasan ini secara terus menerus. Prinsipnya sampai tidak ada lagi pedagang yang berjualan di fasilitas sosial dan fasilitas umum. Kalau ada yang berjualan kembali kami angkut,” tegasnya.

Selain dijaga personil Satpol PP, Syahdonan menyatakan, kawasan yang telah ditertibkan juga akan ditata kembali oleh instansi terkait seperti Sudin Pertamanan, Sudin PU Jalan, Sudin PU Tata Air DKI Jakarta, dan lainnya.

Para pedagang yang ditertibkan mengaku pasrah melihat barang dagangannya diangkut petugas. Para pedagang hanya mampu mengais barang dagangan yang tersisa. “Habis semua. Mau gimana. Untung dagangan sudah tinggal sedikit, jadi nggak repot mindahinnya,” kata seorang pedagang, Abdul Rahman (70).

Pria yang akrab disapa Enkong Maman itu berjualan di kawasan tersebut sejak 1972 dan mengaku sudah mendapat pemberitahuan adanya penertiban oleh Satpol PP. Meski demikian, Maman yang berjualan nangka ini nekat berjualan karena menghabiskan sisa dagangannya.

“Kemarin memang sudah dikasih tahu, tapi tetap jualan, karena tanggung nangkanya tinggal sedikit sisa jualan waktu puasa,” katanya.

Sumber: BeritaSatu.com

Tambahan Redaksi:
Berikut tayangan video tentang penertiban tersebut yang kami ambil dari website BeritaJakarta.com

Bingung mau kirim sama apa? Klik disini untuk mendapatkan ide...

About The Author

Reply